Sejarah Injil/Bible Terjadinya dan Perkembangannya

    Author: N.A.K Genre: »
    Rating

    Prof. H.S. Tharick Chehab
    Klik Gambar untuk mendownload

    Format CHM
    Bahasa Bahasa Indonesia 
    Karya Prof. H.S. Tharick Chehab
    Penerbit MUTIARA Jakarta


    Nama  "Bijbel" diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan kata Arab "Al-Kitab," nama  yang  dapat  menyesatkan  orang  yang kurang  mengerti,  karena  nama  itu  dapat  juga  diartikan "Antara  lain  Qur'an."  Mungkin  sekali   dipilihnya   kata Al-Kitab  karena  Al Qur'an menamakan Ahl el-Kitab umat-umat yang telah diberi petunjuk Ilahi, seperti  ummat  Nabi  Musa dan Nabi Isa, tetapi tidak menerima Nabi Muhammad s.a.w.

    Bijbel  terdiri dari buku-buku kanonik, yaitu buku-buku yang dianggap suci oleh  gereja  pada  umumnya.  Kalimat  "kanon" berarti  "wet  keagamaan  (kudus),"  sedangkan  kalimat Arab "qanun" berarti "wet bukan keagamaan (administrative)."

    Bijbel terbagi atas  "Perjanjian  Lama,"  yaitu  juga  kitab sucinya   ummat   Yahudi,   dan   "Perjanjian  Baru,"  yaitu kitab-kitab yang diterbitkan oleh gereja Nasara kuna

    "Perjanjian Lama"  terdiri  dari  lima  kitab  yang  katanya berasal  dari  Nabi  Musa, dan yang dinamakan Thora (Taurat, Torat) atau Pentateuchus, 17 aneka kitab (Ketubim), termasuk Zabur,  dan  17  kitab nabi-nabi (Nebiim). "Perjanjian Lama" ini  disusun  oleh   banyak   orang   selama   berabad-abad; bagian-bagian  yang  termuda  bertarikh kira-kira dari tahun 300 S.M. Kelima kitab Pentateuch itu, ialah  Kitab  Kejadian
    (Genesis),  Kitab Keluaran (Exodus), Kitab Imamat orang Lewi (Leviticus),  Kitab  Bilangan  (Numeri)  dan  Kitab  Ulangan (Deuteronomium).

    "Perjanjian  Baru" terdiri dari 4 buah karangan Injil, yaitu masing-masing dari Matius, Markus,  Lukas  dan  Yahya,  lalu Kisah  perbuatan Rasul-rasul, 21 buah Surat kiriman termasuk 14 buah dari Paulus, dan sebuah bab Wahyu. "Perjanjian Baru" ini tersiar antara akhir abad pertama dan akhir abad II, dan tersusun pada akhir abad IV.

    Autographa, yakni naskah-naskah asli, dari "Perjanjian Lama" dan  "Perjanjian  Baru"  tidak ada; hanya ada aneka codices, yakni salinan-salinan kuna, yang  berlain-lainan,  dan  oleh karenanya  senantiasa  menderita  perubahan  dalam  teks dan terjemahannya.

    Adapun riwayat perkembangan terjemahan, baik terhadap naskah maupun  makna  berubah-ubah.1  Pada  tahun  1881 ketika para penterjemah Protestan dari King James Version of  the  Bible (1607  - 1611) dapat memeriksa Codex Alexandrinus dan Gereja Timur dan Codex Vaticanus dan Roma yang sebelumnya orang  di luar  Gereja  Roma  Katolik tidak dibolehkannya, dan setelah para    penterjemah     di     atas     menyusun     kembali manuscript-manuscript  Yunani,  menemukan 6000 kesalahan dan seperempat dari padanya berubah maknanya.  Ini  oleh  karena digunakan  salinan lain dan salinan naskah Yunani yang asli.
    Mereka mengunakan  naskah  Yunani  yang  salah  dan  Etienne (1550).

    Tentang   hal  ke-empat  Injil  (berita  baik)  yang  kanon, tertulis dalam bahasa Yunani sehari-hari (Griek Koine),  ini dikenal  orang  dalam sesuatu bentuk pada abad kedua sebagai kisah-kisah belaka. Menurut Peak's Commentary on the  Markus kira-kira   tahun  65  -  70;  Matius  kira-kira  85;  Lukas kira-kira 90 - 95; Yahya kira-kira 110. Karena ummat Nasrani kuna  percaya  bahwa  akhir  zaman  sudah sangat dekat, maka tidak terdapat tulisan-tulisan yang berupa sesuatu standard. Semula    juga   dinamakan   tulisan-tulisan   (injil)   ini "memoires"  yakni  kisah-kisah,  belum   dikandung   maksud menamakannya     "injil."    Lambat-laun    tulisan-tulisan membanyak, hingga timbul pertentangan-pertentangan mana yang suci   (Kanon)   dan   mana   yang  harus  diragukan/ditolak (apocrypha), hal  mana  didiskusikan  di  beberapa  muktamar gereja.

    Baru  pada  Muktamar  Kartago  yang  Ketiga  pada tahun 397, dimana turut hadir Agustinus,  dapat  dipastikan  Kanon  dan Perjanjian Baru. Menurut Al-Haj Khwaja Nazir Ahmad "Jesus in Heaven on Earth," halaman 14 dan 15, cara  menentukan  Kanon agak   menggelikan.   Para  uskup  pada  muktamar, meskipun bersembahyang terus-menerus  dengan  khusyuknya,  tak  dapat berkat Ilahi akan suatu keputusan yang sama.

    Akhirnya,  atas  saran dari pada seorang uskup, segala kitab diletakkan di atas sebuah  meja  dan  para  uskup  duduk  di sekitarnya  dengan  mata  tertutup,  sambil memohon petunjuk Ilahi atas nama Yesus Kristus. Ketika selesai  bersembahyang dan  membuka  mata ditemukan di atas meja ke-empat injil dan
    kitab-kitab  keajaiban  yang  Kanon  dari  Perjanjian  Baru. Seorang  dalam  kamar  yang  membuat keajaiban itu atas nama Yesus  Kristus:  demikianlah  terjadi  penemuan  Kanon  dari Perjanjian Baru.

    Pembagian atas bab-bab dilaksanakan oleh Kardinal Hugo de S. Caro pada tahun 1236,  dan  pembagian  atas  ayat-ayat  oleh Robertus Stephanus pada tahun 1551.

    Salinan   tulisan   tangan  (codices)  dalam  bahasa  Yunani sehari-hari yang tertua ada tiga buah: (1) Codex  Sinaiticus atau  Alpha  yang  ditemukan oleh Tischendroff di Jabal Sina pada tahun 1859 dan yang katanya dari  abad  IV.  (2)  Codex Alexandrinus  yang ditemukan oleh Cyril Luker, Patriach dari Konstantinopel (Istambul), pada tahun 1621 dan yang  katanya dari  abad  V,  sekarang berada di British Museum, (3) Codex Vaticanus yang katanya  dari  abad  IV.  Masing-masing  yang tersebut  itu  tidak  lengkap  dan  berlain-lainan.  Tulisan tangan (manuscript) yang dikenal sebagai Codex Ephraemi Syri dan    Codex    Bezae   mempersulit   banyak   hal,   karena perbedaan-perbedaan dalam perkara-perkara yang penting2

    Misalnya Kisah Perbuatan Rasul-rasul 1:1-3. "I Composed  the first  book,  O  Theophilus,  on  all  that  Jesus, from the beginning, did and taught, until the day when, having  given command  to  the  apostles,  whom  he had chosen by the Holy Spirit, he was taken away. They  also  it  was  to  whom  he presented  himself  alive  after  his passion by many proofs ..." (Codex Alexandrinus).

    "I composed the first book, O Theophilus, on all that Jesus, from the beginning did and taught, until the day when he was taken away, having given command to the apostles whom he had chosen  by  the  Holy  Spirit, and to whom he gave orders to preach the Gospel.. They also it saw to  whom  he  presented himself .." (Codex Bezae)

    Kedua  naskah tersebut tidak sama. "He was taken away" dalam Revised Standard Version  "he  was  taken  up"  kedua-duanya artinya  "ia  diangkat,  dinaikkan,"  dan di Al-Qur'an 4:158 "Allah mengangkatnya kepadaNya," semua ini tidak  mengatakan bahwa  Yesus  terbunuh  mati.  Nyatalah  bahwa ayat "he gave
    orders to preach the Gospel," adalah tambahan belaka.

    Fasal  5:7  dari  "Surat  Kiriman  Yang  Pertama  dari  pada Yohanes" dari "Authorized King James Version" yang berbunyi: "Karena tiga yang menjadi  saksi  disurga,  yaitu  Bapa  dan Kalam  dan  Rohulkudus, maka ketiganya itu menjadi satu" tak dapat ditemui dalam codices yang lebih tua, pun tidak  dalam terbitan akhir, yakni dalam "Revised Standard Version."

    Pula  dalam  Matius  28:19  dan  Markus 16:15, 16 yang suruh jadikan sekalian bangsa,  murid  serta  membaptiskan  dengan nama  Bapa,  dan  Anak  dan Rohulkudus, adalah ayat tambahan belaka di kemudian hari,  karena  ayat-ayat  tersebut  tidak terdapat dalam codices yang lebih tua. Ayat-ayat inilah yang menyebabkan ajaran Kristus yang semula hanya terbatas kepada Bani Israil, menjadi missionary dan dari Monotheisme menjadi Trinitarisme.

    Terjemahan Latin, termasuk Vulgata,  terbagi  atas  golongan Afrika dan golongan Eropa. Codex Babiensis, Codex Palatinus, Codex  Floriacenis  dan  beberapa  lagi  termasuk   golongan Afrika,  sedangkan  Codex  Vercellensis,  Codex  Veronansis, Codex Monacensis dan  lebih  kurang  8.000  manuscript  lagi termasuk  golongan  Eropa.  Ada  lagi  terjemahan-terjemahan Syriac (Siryani), Mesir, Armani, Habasyi, dan sebagainya.

    Di bawah Kardinal Ximenes dicetak pada tahun 1514 Perjanjian Baru  dalam  bahasa Griek. Pada tahun 1516 Erasmus keluarkan terbitan lain. Pada tahun 1551  dan  dicetaknya  pada  tahun 1624 Stephanus mengeluarkan naskah baru yang berayat.

    Sebagai  hasil  dan penyelidikan atas tulisan-tulisan tangan kuna timbul pada tahun 1881 naskah dari Westcott  and  Host, dan  pada tahun 1901 dari Nestle; kesemuanya ini menyebabkan tambahnya kekusutan. Perbaikan naskah terus-menerus  terjadi hingga   saat   ini,   berkat   ijtihad  dan  kemajuan  para
    penterjemah dalam bahasa Griek, dan bahasa-bahasa kuna lain. Kata  "parakletos"  yang  semula  diterjemahkan  "Comforter, Trooster, Penghibur" kemudian diperbaiki dengan "Counsellor, Penolong (pembela perkara, lihat halaman 184 "Tafsiran Injil Yahya" oleh  Dr.  J.  Verkuyl).  Pembela  perkara  Yesus  di hadapan  ummat Yahudi yang menolaknya sebagai Al-Masih tidak lain adalah Nabi Muhammad s.a.w. yang digelari Al-Amien (Roh Kebenaran - Bijbel).

    Walaupun  para  theolog  semua  mengetahui  tentang  sejarah Bijbel dengan kerusakan-kerusakannya, namun Gereja Reformasi tetap  berpegang  teguh  padanya.  Katanya  "sola Scriptura, hanya  Kitab  Suci,"   yakni   bahwa   Bijbel   itu   adalah satu-satunya  pedoman dan satu-satunya batu-ujian, pada mana harus  di-ukur  hayat  Nasrani.   Apa   yang   bagi   Gereja Roma-Katolik  merupakan "tradisi gereja" adalah bahwa Gereja Roma-Katolik  mempersamakan  kekuasaan   tradisi   gerejanya dengan  kekuasaan Kitab Suci. Dengan kata lain bahwa tradisi mempunyai  kekuasaan  de  facto   atas   Kitab   Suci,   dan sesungguhnya  tradisi  Roma-Katolik telah mendesak kekuasaan Bijbel, walaupun dibantahnya.3

    Adapun   Sekte-sekte    Kristen    lain    yang    bergereja sendiri-sendiri,  seperti "Pantekosta," "Advent," "Christian Science,"  "Saksi   Yehova,"   dan   seterusnya,   jemaatnya mempunyai,   di   samping   Bijbel,   juga   kitab   sucinya masing-masing, jadi tidak lagi "sola Scriptura."



    Alternatif Download 

    Leave a Reply